BI Dan Polda Jateng Bersinergi Perangi Kejahatan Di Bidang Sistem Pembayaran

Kepala Group Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor BI Wilayah Jawa Tengah, Noor Yudanto dan Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono saat menandatangani perjanjian kerjasama.

Semarang, JawaTengahnews.com – Bank Indonesia bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah sepakat bersinergi untuk terus memerangi kejahatan di bidang sistem pembayaran.

Kesepakatan diwujudkan dengan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama Penanggulangan Pelanggaran dan Tindak Pidana di Bidang Sistem Pembayaran antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Jawa Tengah bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Perjanjian kerjasama ditandatangani langsung oleh Kepala Group Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor BI Wilayah Jawa Tengah, Noor Yudanto dan Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, di Hotel Patra Semarang, Jumat (8/2).

Noor Yudanto, Kepala Group Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor BI Wilayah Jawa Tengah, mengatakan, perjanjian kerja sama ini dibentuk karena masih maraknya pelanggaran dan tindak pidana di bidang Sistem pembayaran (PTPSP) seperti penemuan uang palsu, KUPVA BB yang beroperasi tanpa izin Bank Indonesia, serta penggunaan valas untuk transaksi di dalam negeri dan Iain sebagainya.

Selain itu, terdapatnya data atau informasi yang terintegrasi terkait dengan PTPSP menyebabkan upaya penanggulangannya menjadi kurang optimal, kata Noor Yudanto.

Noor Yudanto menambahkan untuk Menjawab tantangan serta meningkatkan koordinasi kerja sama yang bersifat teknis dalam menanggulangi PTPSP itu, KPwBl Provinsi Jawa Tengah dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah menginisiasi Perjanjian Kerja Sama yang di dalamnya terdapat pembentukan Tim Penanggulangan Pelanggaran dan/atau Tindak Pidana di Bidang Sistem Pembayaran (TP2PSP), imbuhnya.

Adapun cakupan koordinasi penanganan tindak pidana di bidang sistem pembayaran tersebut meliputi, instrumen pemindahan dana dan penarikan dana (cek dan bilyet giro), transfer dana alat pembayaran dengan menggunakan kartu (Kartu ATM/Debet/Kredit), uang elektronik, penyediaan dan penyetoran uang rupiah, penyelenggaraan SP lain yang ditetapkan dalam ketentuan BI al.KUPVA BB, penyelenggara transfer dana dan fintech, tuturnya.

Ia menuturkan guna mengoptimalkan kerjasama itu, koordinasi akan dilakukan baik di tingkat provinsi, maupun tingkat kab/kota se Jateng, dengan membentuk TP2TPSP pada tingkat kabupaten dan kota serta kesekretariatan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBl) Solo, Tegal dan Purwokerto, tuturnya.

Pihaknya berharap terbentuknya TP2TPSP itu dapat mempercepat koordinasi dalam rangka pelaksanaan pencegahan dan penanganan pelanggaran tindak pidana di bidang sistem pembayaran.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam bertransaksi khususnya secara online dan melaporkan ke Bank Indonesia apabila menemukan uang yang diragukan keasliannya, pungkasnya.

Sementara itu Kombes Pol Hendra Suhartiyono Direktur Reskrimsus Polda Jateng, menyambut baik sinergi antara BI dan Polda Jateng. Dengan adanya kerjasama ini akan dapat mewujudkan kelancaran keuangan di Jateng yang baik. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi per semester ke depanya dan mencari solusi sehingga bisa ditindak lanjuti, pungkasnya. (JT/04)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini