BNNP Jateng Musnahan 794 Gram Sabu Jaringan Semarang-Batam

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan bersama Gubernur Ganjar Pranowo memusnahan barang bukti sabu dengan total sebanyak 794 gram.

Semarang, JawaTengahNews.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) memusnahkan barang bukti sabu seberat 794 Gram yang di selundupkan ke Semarang dari Batam. Dari sejumlah itu, sebanyak 250 gram di selundupkan pelaku melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dengan cara memasukan ke dubur. Rencananya sabu tersebut akan di edarkan di Jawa Tengah.

Dalam pemusnahan dilakukan dengan menggunakan mesin incinerator milik BNNP Jateng setelah ada keputusan dari Kejaksaan Negeri Semarang dan Kejaksaan Negeri Batam. Sebelum dimusnahkan barang bukti sabu disisihkan sebagian untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, sabu yang dimusnahkan itu berasal dari jaringan pengedar Semarang – Batam – Malaysia. Barang haram tersebut didapat dari dua orang pelaku yang masih satu jaringan Semarang – Batam.

Mereka adalah Hadi Haryono alias Pakde yang ditangkap di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan barang bukti sabu seberat 250 gram. Setelah dilakukan pengembangan atas penangkapan Pakde, pelaku lain yakni Dedy Nahumury pun diringkus oleh BNN di Perumahan Marina Garden Batam dengan barang bukti sabu seberat 650 gram. Jadi total barang bukti yang di sita dari kedua tersangka adalah 900 Gram.

Meski barang bukti yang diamankan sedikit, namun ini modus operandi baru. Bisa jadi narkoba yang belum bisa diungkap BNN jauh lebih besar daripada yang diamankan, kata Benny, usai memusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng di Jalan Madukoro Semarang, Rabu (29/5/2019).

Lebih lanjut Benny menjelaskan, modus yang mereka gunakan dengan menyembunyikan sabu di dubur tergolong baru di jawa tengah, meski di wilayah lain telah lama dipraktikkan.

Mereka termasuk dalam jaringan Malaysia-Batam-Semarang. Sabu yang mereka simpan itu diambil dari Malaysia dan akan diedarkan di Jateng, ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam pemusnahan sabu tersebut mengatakan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama melakukan pemberantasan narkoba. Sebab, pemberantasan narkoba yang menyeluruh tidak bisa hanya diserahkan kepada Aparat penegak hukum, Kepolisian ataupun BNN saja.

Peran keluarga sangat penting, orang tua harus aktif untuk mengetahui kondisi anak-anaknya, ujar ganjar.
Gubernur mendorong kepada Kabupaten atau Kota di Jateng yang belum mempunyai BNN agar segera membentuk lembaga itu sehingga area peredaran narkoba semakin menyempit,pungkasnya.

Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat pasal 114 subsider pasal 112 ayat undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman pidana mati.(vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini