DPRD Jateng Ajak Generasi Muda Tangkal Ideologi Radikalisme

Diskusi Bersama Parlemen Dengan Tema Harmonikan Kebhinekaan

Semarang, JawaTengahNews.com- Amir Darmanto Anggota Komisi A DPRD Jateng menuturkan pihaknya terus mendorong Kalangan Generasi Muda dan ormas-ormas di Jateng untuk dapat ikut berpartisipasi menangkal masuknya ideologi radikalisme, yang saat ini mulai menyusup ke Indonesia dengan menumpang gerakan reformasi dan demokratisasi.

Hal itu di sampaikan saat Diskusi Bersama Parlemen dengan Tema Harmonika Kebhinekaan yang di selenggarakan oleh Humas DPRD Jateng bekerja sama dengan Radio Trijaya FM Bertempat di Lobby GETS Hotel Semarang, Kamis (29/08/2019).

Amir Darmanto Anggota Komisi A DPRD Jateng mengatakan saat ini, banyak ormas bermunculan, Saat ini baru tercatat 143 ormas yang sudah resmi terdaftar.Bahkam ormas ini berpotensi diajak bersama dan berperan untuk mencegah masuknya idiologi radikalisme.

Ormas-Ormas ini dari kalangan generasi muda yang dapat berperan untuk membentengi masyarakat agar tidak terpengaruh dari paham radikalisme yang akan merusak kebhinekaan, kata Amir.

Lebih lanjut Ia menuturkan sebagai negara yang sedang mengembangkan demokrasi, Indonesia menjadi lahan yang subur dan ideal masuknya berbagai macam ideologi, dalam negara demokrasi nyaris tidak ada tindakan represif terhadap berbagai gerakan pemikiran dan paham. Ideologi radikalisme berhasil menyusup ke Indonesia dengan menumpang gerakan reformasi dan demokratisasi, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Poldagri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng Ibnu Kuncoro, SH MM mengatakan untuk membebaskan kampus perguruan tinggi dari pengaruh radikalisme dan terorisme yang mengancam keutuhan NKRI bisa dilakukan, dengan mengoptimalkan program-program yang terkait dan melekat dengan spirit Tri Darma Perguruan Tinggi.

Upaya itu, harus dilakukan mengingat paham radikalisme dan terorisme saat ini terus mengincar kalangan generasi muda untuk dapat direkrut sebagai kader-kadernya, ujarnya.

Ibnu menambahkan, generasi muda khususnya mahasiswa merupakan golongan yang masih dalam tahap pencarian jatidiri dan dalam tahapan inilah, paham-paham seperti radikalisme dan terorisme menjadi sangat mudah untuk kemudian didoktrin ke dalam pikiran mereka.

Oleh karena itu, perlunya antisipasi, dengan pendekatan yang baik melalui jalur dialog dan pendidikan.Pencegahan dini, bisa dilakukan dengan penguatan kembali kegiatan Pendidikan yang kreatif, inovatif, produktif, dan kooperatif berbasis empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan, pungkasnya.(vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini