Membangun Etos Kerja Legislatif Menuju Parlemen Modern

Dialog Parlemen bertemakan Membangun Etos Kerja Legislatif

JawaTengahNews.com, Semarang- Berbagai cara terus di lakukan untuk membangun etos kerja anggota legislatif di Provinsi Jateng. Seperti patuh tata tertib, tertib dalam rapat pembahasan dan sebagainya.

Hal itu di sampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto dalam Dialog Parlemen dengan tema Membangun etos kerja legislatif, yang di selenggarakan oleh Humas DPRD Jateng yang bekerjasama dengan Radio MNC Trijaya, bertempat di Hotel Gets, Senin (4/11/2019).

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto mengatakan, saat ini ia tengah fokus melakukan pembenahan dalam semua kegiatan DPRD Jateng .Untuk membangun etos kerja yang baik di kalangan DPRD Jateng.

Anggota dewan sudah selayaknya terus berusaha kerja semaksimal mungkin sebagai wakil rakyat. Dan tentunya tidak terlepas dari pengawalan dari masyarakat dan semua pihak agar berjalan dengan baik. LSM dan media tentunya bisa membantu mengawasi kinerja DPRD, kata Bambang.

Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa Ia ingin DPRD disiplin, tidak melebihi kewenangannya, kewajiban dan haknya harus di laksanakan. Dengan betul-betul menjalankan fungsinya. Kalau dilaksanakan sesuai tatarannya, maka akan menjadi parlemen modern, tuturnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Dr Oce Madril menambahkan, yang terpenting adalah bagaimana menghadirkan DPRD yang bebas dari penyalahgunaan kewenangan.

Untuk mewujudkan anggota dewan yang maksimal bisa dimulai dengan mewujudkan bahwa ia bisa bekerja di dua opsi yakni sebagai wakil rakyat dan birokrat. Pekerjaan rumah lebih berat di samping akomodir aspirasi masyarakat, namun juga teknis dan birokrasi, imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Fisip Undip, Wijayanto mengatakan, DPRD mempunyai dua kaki. Dimana fungsi DPRD dalam UU Perda yang baru adalah mitra pemerintah, sehingga setengah hatinya masih birokrat, sementara kaki satunya adalah mengakomodasi masyarakat. Ia pun berharap DPRD harus bisa mengakomodir rakyat dan juga harus mempunya kemampuan teknis birokratis, pungkasnya. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini