Sistem Zonasi Dalam PPDB Di Harapkan Bisa Memeratakan Pendidikan

Dialog Parlemen Jawa Tengah Dengan Tema Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan

Semarang, JawaTengahNews.com- Anggota Komisi E DPRD Jateng M Zen mengatakan, Dengan adanya sistem zonasi dalam Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di harapkan tidak ada lagi stigma sekolah favorit dan sekolah bukan favorit.

Dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi, maka diharapkan bisa memeratakan pendidikan di Indonesia. Sehingga sekolah pinggiran mendapat input siswa yang sama merata kualitasnya dengan semua sekolah negeri.

Hal tersebut di sampaikan saat Dialog Parlemen DPRD Jateng dengan tema Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan yang di selenggarakan oleh Humas DPRD Jateng bekerjasama dengan Radio Trijaya FM bertempat di Noormans Hotel Semarang, Senin (24/6).

Lebih lanjut M.Zen menuturkan pada prinsipnya Dewan mendukung sistem PPDB online yang menerapkan sistem zonasi ini. Kalau dengan sistem zonasi input sama maka akan terlihat beberapa tahun ke depan sekolah mana yang menghasilkan output bagus atau sebaliknya, sehingga ada kompetisi dari input yang sama dan merata, tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Sulistio mengatakan dengan di terapkanya sistem zonasi, maka siswa-siswi yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah merasa memiliki sekolah itu dan dapat mendekatkan siswa siswi dengan sekolah. Dan di harapkan semua sekolah menjadi sekolah favorit, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggodok revisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy yang mengubah peraturan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi, yang semula jalur prestasi hanya 5% menjadi 15%.

Kebijakan menteri tersebut perlu disingkronkan dengan aturan di Jawa Tengah, yang sebelumnya telah membuat Pergub untuk jalur prestasi sebesar 20%. Pergub sedang proses, Pergub 20% kita akomodir. Kita rapatkan dulu, imbuhnya.

Seperti diketahui, PPDB online tahun ini menggunakan tiga jalur, yakni sistem zonasi yaitu sesuai dengan kedekatan rumah calon siswa dan sekolah, menampung 80% pendaftar, jalur prestasi, menampung 15 persen dan jalur perpindahan orang tua , menampung 5% calon peserta didik. Sistem Zonasi mengacu pada lokasi pendaftar, yakni dalam satu kelurahan dan satu kecamatan dengan sekolah yang dituju. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini