Teknik Elektro Unika Gelar Dies Natalis Ke 26

Sarasehan dengan tema Guyub Rukun Kini dan Nanti Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 26 Program Studi Teknik Elektro Unika Soegijapranata

Semarang, JawaTengahNews.com- Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 26 Program Studi Teknik Elektro Unika Soegijapranata sebanyak 112 mahasiswa dan alumni melaksanakan sarasehan dengan tema “Guyub Rukun Kini dan Nanti” bertempat di Du Cafe Tembalang Semarang, Jumat (5/07).

Pada kesempatan tersebut dipaparkan perjalanan perkembangan Progdi Teknik Elektro, oleh Dr. Leonardus Heru Pratomo, ST,MT selaku ketua program studi dengan penambahan progdi Teknologi Energi juga tentang peninjauan kurikulum setiap lima tahun.

Selain itu juga dijelaskan tentang standar minimal point, sebanyak 125 point sebagai ketentuan untuk dapat diterbitkannya Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Inti dari SKPI adalah kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan non akademik bagi calon wisudawan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian tugas studinya.

Kehadiran 6 alumni dari berbagai angkatan yang berkesempatan berbagi pengalaman dari dunia kerja membuat suasana semakin guyup.

Vincent salah satu alumni yang saat ini memasuki dunia wirausaha sebagai owner Du Cafe cukup menyadari tidak mudah untuk menyelesaikan Tugas Akhir. Meskipun setelah lulus diterima di perusahaan batubara di Jakarta tetapi panggilan di dunia wirausaha lebih menantang, ujarnya.

Suasana akrab yang dibangun di Teknik Elektro sudah sejak lama berlangsung, kekuatan komunikasi antar angkatan, mahasiswa dan alumni menjembatani beberapa persoalan yang muncul saat proses perkuliahan di kampus. Ini diakui oleh para alumni, oleh sebab itu mengenal mahasiswa beda angkatan hukumnya adalah wajib.

Selain itu Teknik Elektro Unika Soegijapranata saat ini telah memiliki seorang Guru Besar, Prof. Dr. Ir. Slamet Riyadi, MT salah seorang guru besar bidang elektro di Jawa Tengah.

Prof Slamet dalam kesempatan tersebut juga menuturkan, tentang gelar insinyur, yaitu seorang enginer orang yang bertugas merekayasa di bidang teknik. Untuk menjadi seorang enginer tidaklah mudah, harus melalui proses pembelajaran di bangku kuliah juga di laboratorium. Mengapa proses itu terasa berat karena dunia industri menuntut lulusan teknik elektro dapat menjawab tantangan yang berlandaskan kejujuran dan bertanggungjawab terhadap keahliannya, tuturnya.

Krismon selaku panitia menambahkan,bahwa Teknik Elektro Unika Soegijapranata pada tahun 2019 ini berhasil meloloskan proposal progam kreativitas mahasiswa, diharapkan dengan prestasi ini menambah semangat buat semua mahasiswa yang hadir sekaligus sebagai ajang kompetisi dibidang teknik elektro, imbuhnya. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini