Wanita Mandiri Dan Percaya Diri Menuju Emansipasi Wanita

Dialog Parlemen Dengan Tema Memaknai Emansipasi Wanita Di Era Millenial

Semarang, JawaTengahNews.com- Kartini adalah sosok pahlawan emansipasi wanita yang selalu memperjuangkan hak-hak wanita, terutama hak-hak untuk memperoleh pendidikan. Kemajuan wanita Indonesia tak lepas dari perjuangan Ibu Kartini.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati yang hadir dalam Dialog Parlemen dengan tema Memaknai Emansipasi Wanita Di Era Milenial yang di selenggarakan Humas DPRD Jateng bekerjasama dengan Radio MNC Trijaya Semarang, bertempat di Lobby Gets Hotel jalan MT Haryono Kota Semarang, Senin (29/4), mengatakan, bahwa rasa percaya diri menjadi modal utama yang harus dimiliki perempuan.

Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah terus mendorong perempuan untuk lebih percaya diri dalam memulai maupun mengembangkan usahanya. Perempuan tidak perlu merasa minder dengan laki-laki dalam memulai sebuah berbisnis ketika ingin sukses, Kata Ema.

Lebih lanjut, Ema menuturkan, perempuan juga harus senantiasa terus belajar dan mengoreksi segala kekurangan dalam bisnisnya agar kian maju. Perempuan harus membangun kepercayaan dirinya sebagai seorang perempuan, ketika mau menjadi pengusaha dan lainnya, tuturnya.

Erna menambahkan, saat ini banyak perempuan yang berwirausaha. Dari banyak pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Dinkop, 80% merupakan kalangan perempuan.

Pihaknya terus berupaya memfasilitasi perempuan agar mau berwirausaha, dengan adanya berbagai pelatihan, pendampingan dan pendekatan dengan sumber permodalan, imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Messy Widiastuti, yang hadir dalam Dialog tersebut mengatakan, Sosok Kartini memberi inspirasi kepada kaum perempuan bahwa kita harus pandai dan mandiri, guna menuju Kartini masa kini, kata Messy.

Messy menuturkan, Kartini milenial, adalah seorang perempuan harus pandai membagi waktu dengan baik. Dan waktu untuk keluarga harus diutamakan, khususnya untuk anak-anak.Karena anak merupakan generasi penerus yang harus dilatih menjadi anak bangsa, tuturnya.

Perempuan yang bekerja di luar, dan di rumah masih mengerjakan pekerjaan rumah, hendaknya pekerjaan rumah dapat dikerjakan bersama-sama dengan suami untuk membangun rumah tangga yang lebih baik dan harmonis, pungkasnya. (vi)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini