BNNP Jateng Bekuk Jaringan Batam-Jepara, Pelaku Sembunyikan Sabu Di Dubur

blank

Semarang, JawaTengahNews.com- Tim Pemberantasan Narkotika BNNP Jateng berhasil mengungkap kasus peredaran gelap Narkotika jenis Sabu di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan Jepara. Para Pelaku ini masuk dalam Jaringan Batam-Jepara. Untuk mengelabui petugas, sabu ini disimpan di dubur tersangka.

Jaringan bisnis barang haram jenis sabu ini, dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Semarang. Narapidana Kedungpane yang mengendalikan bisnis sabu dalam penjara bernama Ali Junaedi alias Ali Mambu dan Nurkhan alias Enggle.

Keempat pelaku yang berhasil ditangkap dalam.kasus ini adalah B alias Bengbeng (43) warga Kec.Lubuk Baja Kepulauan Riau berperan sebagai kurir sabu, NM alias Jon (34) warga Troso Kec.Pecangaan Jepara, Ali dan Nurkhan alias Enggle yang merupakan warga binaan di Lapas Kelas I A Semarang yang berperan sebagai pengendali transaksi sabu tersebut.

Kepala BNNP Jateng Brigjen.Pol.Dr.Benny Gunawan ,SH,MH mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat dan akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (16/03/20).

Berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa ada seorang penumpang pesawat yang membawa narkotika dan akan tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, kata Beny saat gelar kasus itu di kantor BNNP Jateng, Semarang, Kamis (27/02/20).

Lebih lanjut Beny menuturkan, Kasus bisnis sabu, yang di kendalikan Napi dari Lapas kelas IA Semarang atau Lapas Kedungpane ini terungkap setelah BNNP Jateng menangkap B alias Bengbeng di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, pada 16 Februari 2020.

B terbang dari Batam, Kepulauan Riau, dengan membawa sabu seberat 150 gram. Untuk mengelabui petugas, sabu ini disimpan di dubur tersangka. Dari keterangan B BNN Jateng mendapat informasi bahwa barang haram itu akan diantar ke NM alias Jon di Jepara. Kemudian tim melakukan control delivery dan meringkus penerima bernama NM, hingga berhasil disita sebagai barang bukti satu unit handphone dan sepeda motor, tutur Beny.

Beny menambahkan, Tersangka NM alias Jon, mengaku diperintah oleh Ali dan Nurkhan alias Enggle (Napi Lapas Klas I A Semarang) untuk menerima sabu tersebut.

Dari hasil introgasi tersebut,tim melakukan koordinasi dengan Lapas Klas I A Semarang dan berhasil mengamankan Ali dan Nurkhan alias Enggle beserta alat komunikasi 1 buah HP merek Nokia 106, 1 buah HP merek Samsung M30 yang digunakan untuk berkomunikasi dengan NM alias Jon.

Nurkhan alias Enggle (Napi Lapas Kelas I A Semarang) merupakan residivis kasus narkoba yang pernah ditangani oleh BNN Provinsi Jateng yang ditangkap pada tahun 2019 dengan Barang bukti barkotika jenis sabu dengan berat 100 gram dan telah divonis pidana 10 tahun, imbuhnya.

Sedangkan Ali Junaidi alias Ali Mambu (Napi Lapas Kelas I A Semarang) merupakan residivis kasus narkoba yang pernah ditangani oleh Polres Jepara ditangkap pada tahun 2017 dan telah divonis pidana 5 tahun 2 bulan.
Pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika ini merupakan sinergitas dan kerjasama yang baik antara BNN Provinsi Jateng dengan Bea Cukai Jateng, Bea Cukai Kepulauan Riau, LP Klas I Semarang serta pihat terkait lainnya,” pungkasnya.

Atas perbuatanya, Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 subsider 112 ayat 2 jo Pasal 132 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan Ancaman pidana minimal 5 tahun penjara maksimal hukuman mati. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini