BNNP Jateng Bekuk Sindikat Narkoba Yang Di Kendalikan Warga Binaan Lapas I Semarang

Semarang, JawaTengahNews.com- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng kembali berhasil membekuk sindikat pengedar sabu yang dikendalikan oleh Napi Lapas Kelas I Semarang. Dalam penangkapan tersebut, pihak BNNP berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu 126,21 gram dan ekstasi 42 butir.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Beny Gunawan mengatakan hasil dari pengembangan kasus tersebut dikendalikan oleh Harry Kurniawan yang merupakan warga binaan Lapas Semarang. Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut guna menyidik sumber barang-barang tersebut.

Dari penindakan itu, BNNP Jateng berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat 126,21 gram dan 42 butir pil ekstasi.

Sindikat jaringan sabu, lanjutnya, berhasil ditangkap pada Jum’at lalu (31/1) dengan pelaku terdiri Jodi (30) Warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan dan Alfian (27) warga Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang. Sedangkan warga binaan Lapas Kedungpane Semarang yang menjadi pengendali adalah Harry Kuniawan.

BNNP Jateng menerima informasi ada transaksi narkotika di kawasan Gemah, Pedurungan, sehingga petugas mengintai dan berhasil menangkap Jodi dan Alfian. Setelah kita lakukan pengembangan di kos Alfian, kata Beny Gunawan saat Rilis Kasus di Kantor BNNP Jateng di Semarang, Selasa (25/2/2020).

Beny menuturkan, Dari penggeledahan di Indekos Jodi di kawasan Jatingaleh ditemukan sabu seberat 126,21 gram, 42 butir pil ekstasi, timbangan digital, buku catatan transaksi narkotika serta 5 buah telpon genggam.

Dari pemeriksaan dan penyidikan terhadap Alfian didapat keterangan bahwa transaksi sabu yang dilakukan selama ini dikendalikan oleh Harry Kurniawan alias Keling yang saat ini masih menjadi warga binaan Lapas Kedungpane Semarang, tuturnya.

Beny menambahkan, dengan temuan tersebut, BNNP Jateng berkordinasi dengan Lapas Kelas I Semarang yang akhirnya dapat membekuk Harry Kurniawan yang statusnya sebagai warga binaan. Saat ini, ketiga pelaku itu masih dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik BNNP Jateng, imbuhnya.

Selain barang bukti berupa sabu dan ekstasi, pihak BNNP Jateng juga berhasil mengamankan buku catatan transaksi narkotika, lima Handphone, serta satu unit sepeda motor Beat putih.

Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan primer pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 132 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini