BNNP Jateng Ungkap Modus Baru TPPU Tindak Pidana Narkotika Jaringan Sancai

blank
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol.Benny Gunawan memperlihatkan barang bukti dalam Konferensi Pers Pengungkapan modus baru pencucian uang kejahatan narkotika, Senin (10/2/2020)

Semarang, JawaTengahNews.com- Kasus modus baru pencucian uang hasil tindak kejahatan Narkotika Jaringan Sancai kembali di ungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. Hasil uang kejahatan narkotika tersebut ditransfer ke sejumlah bank seperti BCA, BNI, BRI, dan Mandiri dengan menggunakan data KTP elektronik palsu.

Saat konferensi pers di Kantor BNN Provinsi Jateng di Jalan Madukoro Semarang, Senin (10/2), Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah , Brigjen Pol.Benny Gunawan mengatakan BNNP Jateng telah menangkap tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika. Tersangka bernama Mochamad Iqbal alias Juanda Bintaro Sibuea warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari tangan tersangka, lanjutnya, disita barang bukti lebih dari nilai Rp500 juta, di antaranya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 400 juta dan satu unit mobil Toyota Agya, kata Brigjen Pol.Benny.

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Benny menuturkan, kronologis penangkapan tersangka berawal dari tindak pidana narkotika yang dilakukan tersangka Dedi Kenia Setiawan dan Cristian Jaya Kusuma alias Kris alias Sancai pada 2017.

Sancai, narapinda (napi) kasus narkotika yang sekarang mendekam dan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan menyuruh Dedi menerima sabu sebanyak 800 gram.Bahkan untuk transaksi narkotika itu, Sancai menggunakan rekening bank atas nama Saniran, napi narkotika telah divonis satu tahun penjara.Dari rekening Saniran itu uang mengalir ke rekening atas nama Yamani Aburizal napi narkotika telah diputus hukuman tiga tahun penjara, tuturnya.

Benny menambahkan, uang mengalir lagi dari rekening Yaman ke rekening Dandy Kosasih, mengalir lagi ke rekening BCA atas nama Juanda Bintaro Sibue dan Mochamad Iqbal. Tersangka TPPU Mochmad Iqbal menggunakan lima rekening dengan untuk menampung uang transaksi narkotika tersebut.

Modus operandi yang digunakan tersangka dan jaringannya dengan membuat surat keterangan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El) dan kartu keluarga palsu untuk membuka rekening di sejumlah bank. Jaringan ini cukup berbahaya karena terbukti berhasil mengelabuhi sejumlah bank untuk membuka rekening dengan menggunakan indentitas ganda/palsu.

Di samping itu, tersangka juga berhasil menembus sistem administrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) karena nomor induk kependudukan (NIK) E- KTP palsu yang digunakan terdaftar di Dukcapil setempat, imbuhnya.

Uang yang di dapat tersangka ini merupakan upah atas peran sebagai pencuci uang untuk di distribusikan sesuai perintah Sancai, pungkasnya.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng untuk di lakukan pengembangan lebih lanjut. Pelaku di ancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.(vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini