Dampak Pandemi Covid-19, Ribuan UMKM di Jateng Kritis Butuh Bantuan

blank
Dialog Bersama DPRD Jateng Dengan Tema Menopang Daya Tahan UMKM

Semarang, JawaTengahNews.com- Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sri Marnyuni mengatakan , Saat ini kondisi perekonomian Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Jateng mengalami penurunan pendapatan secara drastis di masa Pandemi Covid-19.
Dari berbagai sektor, UMKM-lah yang paling kritis. Bahkan, kondisi UMKM lebih buruk ketimbang tahun 1998, saat reformasi.

UMKM kini makin tidak normal. Wabah corona membuat kehidupan perekonomian UMKM sangat parah. Padahal jika kondisi normal, UMKM adalah penopang perekonomian negara, katanya dalam Dialog Bersama DPRD Jateng dengan tema Menopang Daya Tahan UMKM, yang berlangsung di Hotel Noormans, Semarang, Rabu(22/07)

Lebih lanjut Ia mencontohkan, bagaimana para pelaku UMKM di sektor makanan, di saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tidak ada yang membeli hasil produk makananya, ungkapnya.

Hal ini membutuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pihak terkait untuk membangkitkan kegiatan perekonomian para pelaku UMKM. Baik itu dari sisi permodalan, bantuan bahan baku, dan pendampingan pelatihan untuk pemasaran, ataupun pelatihan berjualan lewat online,tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati, mengaatakan, kalau saat pandemi Covid-19 saat ini, berdasarkan yang melapor jumlah pelaku UMKM di Jateng yang mengalami keterpurukan atau terdampak adalah 26.568, kemungkinan Jumlah sebenarnya yang terdampak, masih banyak.

Dengan rincian yang mengalami keterpurukan dari 26.568 itu, paling banyak pada sektor makanan dan minuman sebanyak 19.176 (72,17%), disusul fashion (2.091 atau 7,87%), handycraft (1.059 atau 3,99%), perdagangan (1.802 atau 6,78%), jasa (1066 atau 4,01%), pertanian dan peternakan (983 atau 3,70%) dan lain-lain 392 atau 1,48%. Mereka rata-rata mengalami penurunan omzet 46,86%,tuturnya.

Meskipun UMKM mengalami penurunan omzet yang cukup tajam, tetapi UMK berbasis online mengalami peningkatan omzet yang signifikan.

Adapun langkah yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng adalah melalui program jaring pengaman ekonomi. Diantaranya melui bimtek produksi, pameran, pendataan UMKM yang terdampak COVID-19, pendampingan bagi 1.350 UMKM, peningkatan ketrampilan usaha bagi 1.075 UMKM, penguatan kelembagana 30 koperasi, pembinaan dan pengawasan 140 koperasi, pendataan 5.220 UMKM terdampak COVID-19, restrukturisasi kredit bagi 400 UMKM, dan penguatan usaha bagi 605 UMKM, imbuhnya.

Sementara, Firmansyah, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip mengatakan, langkah-langkah perencanaan yang dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM di Jateng khususnya, harus tersistem. Baik itu dari sisi permodalan, pendampingan dan bantuan lainnya, pungkasnya. (vt)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini