Pelaku Pengeroyokan Di Solo Bertambah Jadi Lima, Dua Orang Pelaku Masih Di Periksa

blank
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin Press Release di Loby Mapolresta Surakarta, mengenai perkembangan kasus pengeroyokan di Solo, Kamis (13/8/2020).Foto : Humas Polda Jateng

Surakarta, JawaTengahNews.com – Polda Jawa Tengah menunjukan keseriusan dalam penanganan Kelompok Intoleran di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah melaksanakan lagi pers rilis di Loby Mapolresta Surakarta mengenai perkembangan kasus pengeroyokan di Solo, Kamis (13/8/2020).

Press Release dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, di dampingi Dirreskrimum Kombes.Pol. R. Yoseph Wihastono Yoga Pranoto,SIK.M.Hum, Kapolres Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, Wadir Ditpidum Bareskrim Polri Kombes Pol Dicky Patria Negara, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol M. Rudy Syafirudin, Kabid Propam Kombes Pol Mukia.

Sampai dengan hari ini Polresta Surakarta dan Polda Jateng telah menangkap 7 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan Habib Umar Assegaf dan keluarganya di acara Midodareni (doa di malam sebelum akad nikah) yang digelar, Jl. Cempaka No. 81 Kp. Mertodranan Rt 1/1 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta, Sabtu (08/08/2020) malam kemarin.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan dari 7 pelaku 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 2 masih dalam proses pendalaman penyidikan.

Kami sudah memeriksa 35 orang saksi dari masyarakat sekitar yang melihat dan mendengar secara langung kejadian kemarin. langit runtuh akan tetap kita kejar dan tegakkan hukum atas kasus ini. Perannya masing-masing pelaku masih didalami oleh penyidik, tersangka masih di wilayah seputaran Pasar Kliwon, ucap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Pelaku berinisial BD, ML, RN, MM dan MS, N, dan A, Ketujuh pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP JO Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP Tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.

Kapolda Jateng menegaskan kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri serta menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi tentang kelompok intoleran untuk segera menyampaikan kepada pihak kepolisian.

Negara tidak boleh kalah dengan Intoleransi, Kelompok Radikal, dan Premanisme, para pelaku untuk segera menyerahkan diri atau kita tangkap, tegasnya.

Kapolda Jawa Tengah dalam pers rilis minggu lalu telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres sejajaran Polda jateng untuk menagkap kelompok intoleran, bahwa tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah.

Kapolda Jateng menegaskan bahwa Polri tidak akan pandang bulu dalam menangani kelompok radikal dan kelompok intoleran

Polri tidak pandang bulu, semua sama dimuka hukum, tidak peduli itu kelompok radikal atau kelompok intoleran akan kita lakukan tindakan hukum, pungkasnya.(Red)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini