UMKM Harus Peka Finansial Di Masa Pandemi Covid-19

blank

Semarang,JawaTengahNews.com- Pandemi COVID-19 mengakibatkan dampak yang serius pada sektor ekonomi, tak terkecuali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Agar UMKM dapat tetap bertahan di tengah gelombang pandemi ini, salah satu kuncinya adalah peka financial , yang Artinya, mengukur kembali segala aspek keuangan yang berdampak pada bisnis.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Tengah I, Mulyanto Budi Santosa mengatakan, melihat kondisi tersebut, Kanwil DJP Jawa Tengah I hadir dalam rangka memberikan pembinaan serta pemahaman financial kepada Wajib Pajak UMKM melalui program Business Development Services (BDS).

Terlebih di masa pandemi ini, Kanwil DJP Jawa Tengah I fokus untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan mengelola keuangan yang baik. Denganbegitu, Wajib Pajak tetap dapat meningkatkan income meskipun beradadalam kondisiperekonomian yang sulit, jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2019, tingkat literasi keuangan di Jawa Tengah saat ini di angka 47,38 persen, sedangkanuntukinklusikeuangan di angka 65,71 persen.

Lebih lanjut Ia menuturkan,bahwaprogram BDS merupakanupayapembinaan dan pengawasankepadaWajibPajak UMKM dalammembina dan mendorongpengembanganusahasecaraberkesinambungandengantujuanuntukmeningkatkankesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan kepatuhan (compliance) terhadappajak, tuturnya.

Dengan diadakannya kegiatan ini, ia berharap literasi keuangan Wajib Pajak semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan penghasilan. Dengan begitu dapat membangun pertumbuhan ekonomi serta berkontribusi dalam meningkatkan penerimaan negara melalui pajak,imbuhnya.

Dengan Menggandeng narasumber financial planner kenamaan, Andhika Diskartes, Kanwil DJP Jawa Tengah I mengadakan webinar pada Selasa, 14 Juli 2020 yang bertepatan dengan peringatan hari pajak 2020. Narasumber yang telah malang melintang selama 12 tahun di dunia financial business ini membahas mengenai perencanaan finansial di tengah krisis. Sebanyak 366 pelaku UMKM antusias dalam mengikuti webinar yang samasekali tidak dipungut biaya.(Red)

TULIS KOMENTAR

Isi komentar anda
Tulis nama anda disini